Bersiap Letupan Bumi Resources Minerals (BRMS)

17 Desember 2024
Image Description

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bersiap untuk mencetak pertumbuhan yang kuat. Produksi tahun ini diperkirakan melonjak 131,5% yoy, yang didukung oleh pabrik pengolahan bijih emas carbon in leach (CIL) 2 di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.
Produksi emas Bumi Resources Minerals bakal kembali meningkat sebesar 51,5% yoy pada 2025, yang disokong oleh pabrik dengan metode heap leach di Poboya. Kemudian, naik 23,7% yoy pada 2026 seiring pabrik heap leach yang beroperasi penuh dan Gorontalo Minerals.

Selanjutnya, pada 2029, produksi emas Bumi Resources Minerals diproyeksi mencatatkan tingkat pertumbuhan per tahun (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 41,4% (2023-2029). “Pertumbuhan itu bakal didukung oleh emas dengan kadar lebih tinggi (3,2 g/t) dari penambangan bawah tanah di Poboya,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.

Selanjutnya, pada 2029, produksi emas Bumi Resources Minerals diproyeksi mencatatkan tingkat pertumbuhan per tahun (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 41,4% (2023-2029). “Pertumbuhan itu bakal didukung oleh emas dengan kadar lebih tinggi (3,2 g/t) dari penambangan bawah tanah di Poboya,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.

Kemudian, pada 2029, pendapatan BRMS diestimasi mencapai US$ 557 juta dengan CAGR 2023-2029 sebesar 51,2%. NPM diperkirakan sebesar 26,1% dan pertumbuhan EPS sebesar 48,1% (CAGR 2023-2029).

Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan 

Dengan berbagai faktor yang ada, KB Valbury Sekuritas memulai kembali rekomendasi beli saham Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan target harga Rp 560.

Target harga tersebut mencerminkan EV/cadangan sebesar US$ 21,8/ton. Adapun potensi cuan saham BRMS mencapai 34,6% dari harga saat ini. Peluang tambahan pertumbuhan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) itu juga bisa berasal dari komersialisasi yang belum dimanfaatkan dan penjualan produk sampingan.

Baru-baru ini, BRMS mengungkapkan bahwa anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), menginformasikan bahwa konsultan tambangnya, AMC Consultant dari Perth, Australia, telah menerbitkan laporan cadangan mineral dari lokasi tambang River Reef dan Hill reef di Poboya, Palu.

Laporan tersebut diterbitkan setelah diselesaikannya aktivitas pengeboran di kedua lokasi tambang tersebut berdasarkan standar JORC (Joint Ore Reserves Committee).

Cadangan mineral dari laporan tersebut menunjukkan rata-rata kadar emas sebesar 3,2 g/t dengan total kandungan emas sebesar 3,54 juta oz. Mayoritas (85%) dari kandungan emas tersebut berasal dari prospek penambangan bawah tanah dengan kadar emas sebesar 4,9 g/t di lokasi tambang River Reef (Poboya, Palu).

Sumber : investor.id

Penulis : Jauhari Mahardhika