Harga Batu Bara Makin Sengsara karena India

17 Februari 2025
Image Description

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara makin Sengsara pada Selasa (11/2/2025). Hal itu karena bejibun sentimen negatif batu bara dari India, apa saja?

Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2025 jatuh US$ 0,9 menjadi US$ 104,75 per ton. Sedangkan Maret 2025 ambles US$ 2,05 menjadi US$ 106,7 per ton. Sementara itu, April 2025 terpangkas US$ 1,95 menjadi US$ 110,1 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2025 jatuh US$ 1,4 menjadi US$ 102,9 Sedangkan, Maret 2025 terkoreksi US$ 1,8 menjadi US$ 101,9. Sedangkan pada April 2025 ambles US$ 2 menjadi US$ 101,45. 


Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan meningkatkan ekspor batu bara ke India. Setelah China memberlakukan tarif pada impor energi dari AS. Hal ini berpotensi mengurangi pangsa pasar Australia dan Rusia di India, menurut lima pejabat industri.

Pekan lalu, Kementerian Keuangan China mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 15% pada impor batu bara dari AS. Para pejabat industri mengatakan kebijakan ini kemungkinan akan mendorong perusahaan tambang AS untuk mengalihkan pengiriman mereka ke India, yang merupakan importir batu bara terbesar kedua di dunia setelah China.

"Tiga kargo batu bara AS yang awalnya ditujukan ke China telah tiba di India, dan sekitar 10 kargo lainnya sedang menunggu. Ini adalah kargo dalam jumlah besar yang dapat semakin menekan harga batu bara," kata Direktur I-Energy Natural Resources India Vasudev Pamnani.

Impor Batu Bara AS

Pamnani menambahkan, peningkatan impor batu bara AS dapat berdampak pada Australia, yang selama ini menjadi pemasok utama bagi India.

Secara volume, AS hanya menyumbang sebagian kecil dari total impor batu bara China. Namun, nilai ekspor batu bara metalurgi AS, yang digunakan terutama oleh industri baja, meningkat hampir sepertiga menjadi US$ 1,84 miliar pada 2024.

Pada saat yang sama, impor batu bara termal India diperkirakan akan mengalami penurunan untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya ketergantungan pada batu bara untuk pembangkit listrik, perlambatan aktivitas ekonomi, serta persediaan batu bara yang mencapai rekor tertinggi, menurut para pejabat industri.

Enam pedagang batu bara India dan internasional yang diwawancarai oleh Reuters dalam konferensi Coaltrans India di New Delhi memperkirakan impor batu bara akan berkurang tahun ini.

Tiga di antara mereka memprediksi penurunan sekitar 10% menjadi sekitar 155 juta metrik ton. Dua lainnya memperkirakan penurunan sebesar 1-2%, sementara satu pedagang memperkirakan penurunan sebesar 7-8%. Tidak ada dari mereka yang ingin disebutkan namanya karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada media.

Tren penurunan ini mencerminkan pergeseran strategi India dalam mengurangi ketergantungan pada impor batu bara dan meningkatkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.


Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Sumber : investor.id