Harga Batu Bara Melesat, Ini Pemicunya

05 Juni 2025
Image Description

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melesat pada Jumat (23/5/2025).

Hal itu dipicu gangguan sementara pasokan akibat cuaca buruk yang menghambat aktivitas ekspor.

Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 naik US$ 0,3 menjadi US$ 100,4 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Juni 2025 terkerek US$ 1,4 menjadi US$ 106,4 per ton dan Juli 2025 melesat US$ 1,1 menjadi

US$ 108,9 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 turun US$ 0,1 menjadi US$ 96,25. Sedangkan, Juni 2025 terkerek US$ 0,3 menjadi US$ 98,8. sementara pada Juli 2025 meningkat US$ 0,15 menjadi US$ 98,8.

Dikutip dari Trading Economics, kenaikan ini dipicu oleh gangguan sementara pasokan akibat cuaca buruk yang menghambat aktivitas ekspor, khususnya dari produsen besar Australia seperti Whitehaven.

Meski demikian, sepanjang tahun ini, harga batu bara telah turun sekitar 20%. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya porsi energi terbarukan dalam pembangkit listrik global serta rendahnya permintaan untuk

pemanas selama musim dingin yang lebih hangat di China.

Impor China

Data terbaru menunjukkan, produksi listrik berbasis bahan bakar fosil di China turun 4,7% secara tahunan pada kuartal I-2025. Dampaknya, impor batu bara termal negara tersebut juga turun 13,1% menjadi hanya

91,5 juta ton hingga April.

Dari sisi pasokan, Indonesia mencetak rekor produksi batu bara sebesar 836 juta ton pada 2024, melampaui target awal sebesar 18%. Namun, meningkatnya investasi global dalam energi alternatif turut menahan

lonjakan permintaan terhadap batu bara termal.

Tak hanya Indonesia, China juga berencana meningkatkan produksi batu baranya sebesar 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025, setelah memproduksi rekor tertinggi pada 2024. Langkah ini menjadi bagian dari

strategi negara tersebut dalam menjaga ketahanan energi meski terus mendorong transisi menuju energi bersih.


Penulis : Indah Handayani

Sumber : investor.id