Harga CPO Bangkit Berkat Kejelasan Program Biodiesel Indonesia

10 Januari 2025
Image Description

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bangkit pada Jumat (3/1/2025), setelah perdagangan sebelumnya babak belur. Hal itu karena kejelasan program biodiesel Indonesia.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat, kontrak berjangka CPO untuk Januari 2025 naik 33 Ringgit Malaysia menjadi 4.723 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.511 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Maret 2025 terkerek 35 Ringgit Malaysia menjadi 4.368 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2025 menguat 35 Ringgit Malaysia menjadi 4.247 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2025 naik 29 Ringgit Malaysia menjadi 4.161 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 melesat 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.112 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, sentimen positif harga CPO dipicu oleh penjelasan komprehensif pemerintah Indonesia terkait implementasi program biodiesel mereka. Pasar pun merespons dengan optimisme terhadap langkah pemerintah Indonesia. "Penjelasan yang luas mengenai pelaksanaan program biodiesel membawa angin segar bagi pasar," ungkapnya.

Selain kebijakan biodiesel, ekspektasi penurunan produksi juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga CPO. “Kami melihat harga CPO berada di support 4.250 Ringgit Malaysia dan resistance di 4.450 Ringgit Malaysia," tambah Ng.

Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar global. Program biodiesel yang dicanangkan pemerintah diharapkan mampu menyerap lebih banyak minyak sawit domestik, sehingga mengurangi stok global dan mendorong harga naik.

Editor: Indah Handayani 

Sumber : investor.id