Harga CPO Siap Tancap Gas, Ini Pemicunya
JAKARTA, investor.id – Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO bersiap tancap gas pada pekan ini, Hal itu dipicu banjir sentimen positif, mulai dari rilis data ekspor CPO Malaysia, situasi di
negara importir utama, hingga perkembangan gencatan dagang sementara antara AS dan China.
“Harga CPO pekan ini diprediksi akan bergerak pada rentang resistance 4.250 – 4.300 Ringgit Malaysia per ton dan support 4.200 – 4.150 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Yoga mengatakan, beberapa faktor fundamental yang dapat dijadikan indikator antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia, situasi di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia) khususnya terkait kebijakan
(ekspor dan mandatori biodiesel), situasi di negara importir utama (India, China dan Uni Eropa).
“Perkembangan gencatan dagang sementara antara AS dan China dan situasi di pasar minyak kedelai juga mempengaruhi harga CPO pekan ini,” papar Yoga.
Yoga menjelaskan, data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1 - 15 Mei diperkirakan meningkat sebesar 14,2%. Namun, untuk permintaan dari India berpotensi melemah seiring dengan sinyal eskalasi konflik antara
India dengan Pakistan yang meningkat.
“Sedangkan permintaan dari China berpotensi kembali menguat pasca disepakatinya gencatan dagang sementara antara AS dengan China selama 90 hari,” paparnya.
Yoga menjelaskan, selama sepekan lalu hingga penutupan perdagangan 16 Mei lalu, harga CPO terpantau menguat sebesar 1,73%. Sepanjang Mei, harga CPO bergerak melemah dengan penurunan sebesar 0,74%.
“Dilihat secara year to date (ytd), harga CPO mencatatkan tren bearish dengan penurunan mencapai 12,67%,” tutupnya.
Penulis : Indah Handayani
Sumber : investor.id