Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara jatuh pada perdagangan kemarin. Sebelumnya, harga sempat naik 4 hari berturut-turut.
Pada Kamis (3/7/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 111.25/ton. Ambruk 1,11% dibandingkan hari sebelumnya.
Rasanya aksi ambil untung (profit taking) kental mewarnai koreksi harga si batu hitam. Sebelum turun kemarin, harga sempat naik 4 hari beruntun. Selama 4 hari itu, harga terangkat nyaris 6%.
Meski kemarin turun, harga batu bara juga masih mencatat kenaikan 4,8% dalam sepekan terakhir. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 6,51%.
Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari menjual batu bara memang cukup menggiurkan. Wajar kalau investor tergoda. Aksi jual kemudian membuat harga batu bara melemah.
Sebuah buldoser bergerak melewati tumpukan batu bara yang tertutup salju di tambang batu bara Osinnikovskaya di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 68. RSO di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Adapun indikator Stochastic RSI ada di 64. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Namun dengan kenaikan yang sudah begitu tinggi, harga batu bara masih ‘rawan longsor’. Target support terdekat ada di US$ 107/ton yang menjadi Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka MA-50 di US$ 103/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 113/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga batu bara dengan resisten terjauh di US$ 118/ton.