IEA: Permintaan Batu Bara Akan Pecah Rekor 2025, Meski China Lesu

27 Agustus 2025
Image Description

William Mathis - Bloomberg News

Bloomberg, Permintaan global untuk batu bara akan mencapai rekor baru pada 2025, meskipun terjadi penurunan permintaan dari China, konsumen terbesar dunia.

Hal ini berdasarkan angka terbaru dari Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), yang juga merevisi outlook permintaan batu bara 2024 ke level tertinggi sepanjang masa.

Penurunan konsumsi China tahun ini akan diimbangi oleh meningkatnya kebutuhan batu bara di negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS) lantaran Presiden Donald Trump telah mendukung bahan bakar tersebut seiring melonjaknya permintaan listrik.

Meskipun ada upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil terkotor untuk mencegah dampak terburuk dari perubahan iklim, permintaan terus meningkat.

IEA telah berulang kali harus merevisi perkiraan konsumsinya untuk bahan bakar tersebut karena kebutuhan listrik secara keseluruhan tumbuh lebih cepat daripada perluasan ladang angin dan taman surya.

Di AS, penggunaan batu bara melonjak sebesar 12% pada paruh pertama tahun ini, didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik, menurut IEA.

Permintaan juga meningkat di Eropa, di mana produksi angin sejauh ini jauh di bawah rata-rata tahun ini. India kemungkinan akan mengalami peningkatan sebesar 1,3% untuk tahun ini, membantu mengimbangi penurunan yang diperkirakan sebesar 0,5% di China.

Secara keseluruhan, permintaan batu bara naik 1,5% ke rekor 8,79 miliar metrik ton tahun lalu, menurut IEA, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 8,77 miliar ton.

IEA kini memperkirakan permintaan batu bara akan menurun pada tahun 2026, setelah pada bulan Desember menemukan bahwa permintaan akan terus mencatat rekor setiap tahunnya hingga setidaknya pada 2027.

Namun, apakah hal itu akan terjadi sebagian besar bergantung pada apa yang terjadi di China, yang sejauh ini merupakan konsumen terbesar di dunia.

(bbn)