Kemenkeu Pastikan Ekspor Batu Bara akan Kena Bea Keluar
Sultan Ibnu Affan
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan mengenakan tarif bea keluar untuk ekspor komoditas batu bara. Ini sekaligus menandakan rezim Presiden Prabowo Subianto tidak lagi memperlakukan komoditas tambang terbesar dalam negeri tersebut secara istimewa.
Hal ini juga bersamaan dengan rencana pemerintah yang akan mengenakan tarif bea keluar terhadap komoditas emas mulai 2026 mendatang. Ini terungkap dalam rapat Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (17/11/2025).
"[Rencana] tarif bea keluar ini akan menjadi konsisten untuk mendukung hilirisasi dan aktivitas perekonomian yang lebih banyak di Indonesia," ujar Dirjen Febrio Nathan Kacaribu dalam rapat tersebut.
Hanya saja, Febrio mengatakan, otoritas fiskal saat ini masih belum mengungkapkan waktu rencana itu akan diterapkan. Saat ini, pembahasan pengenaan besaran tarif masih dibahas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dia menjelaskan sejumlah aspek dan pertimbangan dalam rencana tersebut. Pertimbangan pertamanya adalah lantaran Indonesia menjadi produsen batu bara terbesar ketiga di dunia. Namun, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah dengan nilai tambah rendah.
Sejak 2022, harga batu bara acuan (HBA) menunjukkan tren menurun hingga saat ini. Prospek kuartal terakhir 2025 diperkirakan berada di US$77,8/ton, sehingga rata-rata harga sepanjang tahun ini sebesar US$98/ton.
Pertimbangan selanjutnya adalah guna mendorong hilirisasi dan dekarbonisasi. Hal lainnya adalah mempertimbangkan usulan dari Kementerian teknis, dalam hal ini ESDM untuk rencana pengenaan bea keluar emas hitam tersebut.
"Batu bara ini merupakan kalau dari sisi SDA [Sumber Daya Alam], ini salah satu sumber penerimaan pajak dan juga PNBP terbesar untuk perekonomian kita," tutur dia.
"Prosesnya masih berjalan di pemerintah dan kami nanti juga mohon waktu untuk kita bisa bahas lebih dalam. Komunikasi dengan ESDM ini sudah kami lakukan dengan intensif."
(lav)
Sumber : bloombergtechnoz.com