Sektor Tambang Bisa Terpengaruh Ini, Bagaimana dengan Amman Mineral (AMMN)?

31 Desember 2024
Image Description

MATARAM, investor.id - Kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Donald Trump, yang terkenal dengan pendekatan "indoor looking" atau proteksionisme, memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia dan khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kebijakan ini mencakup pembatasan impor, pengutamaan produk dalam negeri, pembatasan imigrasi, dan pemotongan pajak, yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Namun, kebijakan ini juga membawa dampak tidak langsung terhadap negara-negara lain, termasuk Indonesia,” ungkap Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) NTB, Berry Arifsyah Harahap. Rabu (18/12/2024)

Lebih lanjut, Berry, menjelaskan bahwa kebijakan proteksionisme Trump berdampak pada penurunan impor dari China. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi China menurun, yang pada gilirannya mempengaruhi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Produk-produk energi dan bahan tambang yang diimpor dari Indonesia, seperti tembaga, mengalami penurunan permintaan.

"Dampaknya untuk NTB, paling kita lihat kemungkinan turunnya permintaan tembaga. Jadi Amerika Serikat sendiri menyebabkan nanti permintaan tembaga akan lebih rendah daripada sebelumnya," ujar Berry Arifsyah

Harahap.NTB memiliki salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, yaitu PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Penurunan permintaan tembaga dari Amerika Serikat akan berdampak pada kinerja pertambangan di NTB. Berry Arifsyah Harahap menekankan pentingnya mengembangkan sektor non-tambang untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di NTB.

"Dampak yang paling terasa nanti secara tidak langsung adalah penurunan kinerja dari pertambangan kita. Ini perlu kita sama-sama mengembangkan non-tambang, sehingga pertumbuhan ekonomi kita tetap bagus untuk tahun-tahun ke depan," tambahnya.

NTB memiliki salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, yaitu PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Penurunan permintaan tembaga dari Amerika Serikat akan berdampak pada kinerja pertambangan di NTB. Berry Arifsyah Harahap menekankan pentingnya mengembangkan sektor non-tambang untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di NTB.

"Dampak yang paling terasa nanti secara tidak langsung adalah penurunan kinerja dari pertambangan kita. Ini perlu kita sama-sama mengembangkan non-tambang, sehingga pertumbuhan ekonomi kita tetap bagus untuk tahun-tahun ke depan," tambahnya.

Untuk mengatasi gejolak yang sering terjadi di sektor pertambangan, Berry Arifsyah Harahap menggarisbawahi pentingnya diversifikasi ekonomi. Sektor-sektor seperti pertanian dan pariwisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi sumber ekonomi baru yang stabil.

"Untuk pertumbuhan kita stabil, kita mengembangkan ekonomi non-tambang, seperti pertanian, pariwisata. Meskipun daerah kecil, bisa mampu menumbuhkan perekonomian dan bisa katakan sumber ekonomi baru," jelas Berry.

Kebijakan proteksionisme Trump memang membawa tantangan bagi perekonomian NTB, terutama di sektor pertambangan. Namun, hal ini juga membuka peluang untuk mengembangkan sektor-sektor lain yang memiliki potensi besar. Dengan diversifikasi ekonomi, NTB dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.


Sumber : investor.id