Harga Batu Bara Beragam Saat India Longgarkan Aturan

16 Mei 2025
Image Description

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara beragam pada Rabu (7/5/2025). Hal itu terjadi di saat India melonggarkan aturan pasokan batu bara.

Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 melemah US$ 0,65 menjadi US$ 98,75 per ton. Sedangkan Juni 2025 naik US$ 0,35 menjadi US$ 105,25 per ton. Sementara itu, Juli 2025 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 108

per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 naik US$ 1,25 menjadi US$ 98,6. Sedangkan, Juni 2025 terkerek US$ 0,05 menjadi US$ 100,65. Sedangkan pada Juli 2025 stagnan di US$ 100,15.

Dikutip dari Trading Economics, pemerintah India melonggarkan aturan pasokan batu bara untuk mendorong peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara. Kebijakan baru ini memungkinkan produsen

listrik independen mendapatkan kontrak pasokan jangka panjang tanpa syarat memiliki perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).

Dalam pernyataan resmi Kementerian Batu Bara India pada Rabu (7/5/2025), kebijakan ini bertujuan mempermudah produsen listrik merencanakan pembangunan pembangkit baru dan mendukung penambahan

kapasitas ke depan.

“Langkah ini akan mendorong lebih banyak pembangkit listrik dibangun di dekat lokasi tambang batu bara (pithead), sehingga mengurangi tantangan distribusi batu bara ke wilayah yang jauh,” jelas kementerian.

Kebijkan Baru India

Kebijakan baru yang disetujui kabinet tersebut memungkinkan produsen listrik independen, baik yang memiliki PPA maupun tidak, untuk mendapatkan batu bara melalui mekanisme lelang. Kontrak bisa berlaku

hingga 12 bulan atau diperpanjang hingga 25 tahun, dengan kewajiban membayar harga premium di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

India menargetkan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 80 gigawatt (GW) hingga tahun fiskal 2031–2032. Saat ini, kapasitas pembangkit batu bara India mencapai 222 GW. Dalam lima

tahun terakhir, negara ini telah menambah hampir 28 GW, berdasarkan data Otoritas Listrik Pusat (Central Electricity Authority).

Kebijakan ini berjalan seiring ambisi India menambah kapasitas energi bersih minimal 500 GW pada 2030, dari kapasitas saat ini sebesar 172 GW. Namun, sektor energi terbarukan di India masih menghadapi sejumlah

tantangan, mulai dari rendahnya minat tender, masalah akuisisi lahan, keterlambatan perjanjian jual beli listrik, hingga pembatalan proyek.

Penulis : Indah Handayani

Sumber : investor.id