Harga Batu Bara Rontok Akibat Proyeksi Pelemahan Permintaan

21 Mei 2025
Image Description

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas rontok pada Jumat (16/5/2025). Hal itu terjadi karena preoyeksi pelemahan permintaan batu bara, terutama dari China dan India.

Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 stabil di US$ 99 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Juni 2025 melemah US$ 0,3 menjadi US$ 101,6 per ton dan Juli 2025 turun 0,3 menjadi US$ 104,4 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 94,9. Sedangkan, Juni 2025 turun US$ 0,3 menjadi US$ 94,3. sementara pada Juli 2025terkoreksi US$ 0,45 menjadi US$

94,9. Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara hari terlihat bergerak terkonsolidasi dengan tren cenderung bearish. .Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara

datang dari potensi melemahnya permintaan, terutama dari China dan India.

“Prospek permintaan dari kedua negara importir utama batu bara itu berpotensi menurun. Bahkan untuk India ada potensi penurunan secara drastis pasca pemerintah India menargetkan nol impor batu bara pada

tahun depan,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Jumat (16/5/2025).

Hal itu terjadi, lanjut Yoga, karena produksi batu bara di China naik 8,1% pada kuartal pertama, sementara produksi pembangkit listrik berbasis fosil turun 4,7%, yang mengindikasikan pasokan yang berlimpah di

tengah lesunya permintaan.

“Kondisi serupa juga terlihat di India yang menunjukkan produksi batu bara dalam negeri melonjak hingga mencapai 1,05 miliar ton dan impor batu bara termal turun 5% untuk tahun anggaran 2025,” tambah Yoga.

Yoga menyebut, harga batu bara bergerak pada rentang resistance US$ 100,5 per ton dan support di US$ 97,5 per ton.

Lebih lajut Yoga mengatakan, selama sepekan harga batu bara bergerak melemah sebesar 0,75%. Sepanjang Mei, harga batu bara mencatatkan penguatan sebesar 1,54%. “Sedangkan dilihat secara ytd, harga baru

bara mengalami tren bearish dengan mencatatkan penurunan sebesar 20,55%,” tutup Yoga.

Penulis : Indah Handayani

Sumber : investor.id