Simak Prediksi Harga Batu Bara Minggu Ini, Bisa Naik Lagi?

21 Mei 2025
Image Description

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang minggu, harga si batu hitam hanya bisa naik tipis.

Pada Jumat (16/5/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan ditutup di US$ 99/ton. Sama persis dibandingkan hari sebelumnya.

Ini membuat harga batu bara hanya naik 0,1% sepanjang pekan lalu. Namun selama sebulan terakhir, harga naik 4,16%.

Meski begitu, sejatinya harga batu bara masih terjebak di tren negatif. Sepanjang 2025 (year-to-date), harga ambrol 20,96%.

Penyebab utama beratnya laju harga batu bara adalah pasokan yang melimpah, terutama dari China (produsen batu bara terbesar dunia). Pada kuartal I-2025, produksi batu bara China mencapai 1,2 miliar ton. Naik 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, permintaan batu bara malah turun. Pembangkitan listrik dengan batu bara di China pada kuartal I-2025 turun 2,3% karena penggunaan energi baru-terbarukan yang makin masif.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana perkiraan harga batu bara untuk minggu ini? Apakah bisa naik lebih tinggi, atau malah mengalami koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara masih menghuni zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 35,53. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Minggu ini, sepertinya harga batu bara masih sulit bergerak signifikan. Ada kemungkinan koreksi ke arah US$ 97/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka ada risiko turun lagi menuju US$ 95/ton.

Sementara target resisten terdekat adalah US$ 103/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga batu bara menuju US$ 125/ton. 

(aji)