Harga Batu Bara Terpuruk Usai AS Perluas Tambang Genjot Ekspor

20 Juni 2025
Image Description

Penulis : Indah Handayani

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terpuruk pada Jumat (6/6/2025). Setelah AS setujui perluasan tambang batu bara Montana untuk ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.

Harga batu bara Newcastle untuk Juni 2025 turun US$ 0,15 menjadi US$ 104,85 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Juli 2025 melorot US$ 0,7 menjadi US$ 108,3 per ton dan Agustus 2025 terkoreksi US$

1,05 menjadi US$ 110,35 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Juni 2025 naik US$ 0,95 menjadi US$ 101,5. Sedangkan, Juli 2025 menguat US$ 1 menjadi US$ 101. Sementara pada Agustus 2025 menguat US$ 0,95 menjadi US$

100,65.

Dikutip dari Reuters, Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat menyetujui rencana Signal Peak Energy untuk memperluas operasi tambang batu bara, yang akan memasok ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.

Keputusan ini sejalan dengan arahan darurat energi yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump, kata lembaga tersebut pada Jumat.

Persetujuan ini memberi izin kepada perusahaan batu bara yang berbasis di Montana tersebut untuk menambang 22,8 juta metrik ton batu bara federal dan 34,5 juta ton batu bara non-federal di area sekitar, serta

memperpanjang masa operasional tambang Bull Mountains selama sembilan tahun.

Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Dewan Dominasi Energi Presiden Trump, menyatakan bahwa dengan membuka lebih banyak batu bara federal, AS dapat memperkuat

hubungan dengan sekutu di luar negeri.

"Langkah Presiden Trump yang mendeklarasikan darurat energi nasional memungkinkan kami bertindak cepat, memangkas birokrasi, dan mengamankan masa depan Amerika melalui kemandirian energi serta ekspor

strategis," ujarnya.

Pada 20 Januari, Trump menyatakan darurat energi untuk mempercepat perizinan, mengurangi perlindungan lingkungan, dan menarik AS dari perjanjian internasional terkait perubahan iklim.

Rancana Ekapansi 

Rencana ekspansi Signal Peak awalnya diajukan pada 2020 dan sempat menjalani tinjauan federal serta proses hukum. Namun, Departemen Dalam Negeri kini telah menyelesaikan pernyataan dampak lingkungan

sesuai kebijakan baru yang mempercepat proses hingga maksimal 28 hari.

Minggu ini, Burgum bersama Menteri Energi Chris Wright dan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Lee Zeldin melakukan kunjungan ke Alaska untuk mempromosikan proyek LNG dan ekspor energi lain ke pasar

Asia.

Tambang Bull Mountains yang berlokasi di Kabupaten Musselshell dan Yellowstone, Montana, mempekerjakan lebih dari 250 orang dan terutama memasok batu bara ke Jepang dan Korea Selatan.

Sementara itu, harga batu bara domestik di India turun minggu ini karena permintaan industri yang melemah dan pasokan yang cukup, membuat sentimen pasar cenderung negatif.

Harga batu bara dengan grade 4500 dan 5000 GCV turun masing-masing sebesar 50 Rupee per ton, menjadi 4.250 Rupee per ton dan 4.750 Rupee per ton exw-Bilaspur.

Dalam transaksi terakhir, batu bara grade 5000 GCV dibeli untuk wilayah West Bengal dengan harga 6.900 Rupee per ton exw-Raipur, sementara transaksi batu bara ECL G4 sebanyak 6.000 ton tercatat dengan harga

6.650 Rupee per ton.

Sumber : investor.id